You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Gedung Raja
Desa Gedung Raja

Kec. Hulu Sungkai, Kab. Lampung Utara, Provinsi Lampung

Selamat Datang di Website Resmi Desa Gedung Raja Kecamatan Hulu Sungkai Kabupaten Lampung Utara Propinsi Lampung

Rembuk Stunting program menuju INDONESIA EMAS 2045

Administrator 06 Juni 2024 Dibaca 582 Kali
Rembuk Stunting program menuju INDONESIA EMAS 2045

Kamis (6/6/2024)

Desa Gedung Raja melaksanakan Rembuk stunting 2024 yang dimotori Puskesmas Gedung Negara Kecamatan Hulu Sungkai. Acara tersebut dihadiri oleh Camat Hulu Sungkai KADARULLAH,SH., Kepala Desa Gedung Raja AMRIZAL, Kepala Puskesmas Gedung Negara IWAN DARMAWAN,M.Kes., Pendamping Desa TIYURMA HERLINA BUTAR BUTAR, Babinsa SERTU ANDI LALA, Bhabinkamtibmas BRIPKA FERI AFRIZAL, Tokoh Masyarakat ibu- ibu Posyandu dan lainnya.

 

Mengenal Apa Itu Stunting…

Fhateha Fitaloka Puskesmas Gedung Negara<

 

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar. 

Apakah semua balita pendek itu pasti stunting?

Perlu diketahui bahwa tidak semua balita pendek itu stunting, sehingga perlu dibedakan oleh dokter anak, tetapi anak yang stunting pasti pendek.

 

Dampak masalah stunting di Indonesia :

1.  Dampak kesehatan :

  • Gagal tumbuh (berat lahir rendah, kecil, pendek, kurus), hambatan perkembangan kognitif dan motoric.
  • Gangguan metabolik pada saat dewasa → risiko penyakit tidak menular (diabetes, obesitas, stroke, penyakit jantung, dan lain sebagainya).

2.  Dampak ekonomi :

  • Berpotensi menimbulkan kerugian setiap tahunnya : 2-3 % GDP.

Penyebab Stunting

Ada beberapa faktor yang mendasari terjadinya stunting, antara lain yaitu :

Asupan kalori yang tidak kuat.

  • Faktor sosio-ekonomi (kemiskinan).
  • Pendidikan dan pengetahuan yang rendah mengenai praktik pemberian makan untuk bayi dan batita (kecukupan ASI).
  • Peranan protein hewani dalam MPASI.
  • Penelantaran
  • Pengaruh budaya
  • Ketersediaan bahan makanan setempat.

2.   Kebutuhan yang meningkat.

  • Penyakit jantung bawaan.
  • Alergi susu sapi.
  • Bayi berat badan lahir sangat rendah.
  • Kelainan metabolisme bawaan.
  • Infeksi kronik yang disebabkan kebersihan personal dan lingkungan yang buruk (diare kronis) dan penyakit-penyakit yang dapat dicegah oleh imunisasi (Tuberculosis / TBC, difteri, pertussis, dan campak).

Apakah stunting bisa dicegah?

Tentu stunting dapat dicegah. Berikut beberapa tips mencegah stunting :

 

1. Saat Remaja Putri

  • Skrining anemia dan konsumsi tablet tambah darah.

 

2. Saat Masa Kehamilan

  • Disarankan untuk rutin memeriksakan kondisi kehamilan ke dokter. Perlu juga memenuhi asupan nutrisi yang baik selama kehamilan. Dengan makanan sehat dan juga asupan mineral seperti zat besi, asam folat, dan yodium harus tercukupi.

3. Balita

  • Terapkan Inisiasi Menyusui Dini (IMD)> Sesaat setelah bayi lahir, segera lakukan IMD agar berhasil menjalankan ASI Eksklusif. Setelah itu, lakukan pemeriksaan ke dokter atau ke Posyandu dan Puskesmas secara berkala untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak.
  • Imunisasi> Perhatikan jadwal imunisasi rutin yang diterapkan oleh Pemerintah agar anak terlindungi dari berbagai macam penyakit.
  • ASI Eksklusif > Berikan ASI eksklusif sampai anak berusia 6 (enam) bulan dan diteruskan dengan MPASI yang sehat dan bergizi.
  • Pemantauan tumbuh kembang à weight faltering.

4. Gaya Hidup Bersih dan Sehat

  • Terapkan gaya hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan sebelum makan, memastikan air yang diminum merupakan air bersih, buang air besar di jamban, sanitasi sehat, dan lain sebagainya.

Selamat menyongsong Indonesia emas 2045. (red)